Minggu, 19 Mei 2013

Istilah Penting Pada Perangkat Android

Android merupakan Operating System (OS) yang dikenalkan oleh Google dan bersifat open source. Android bisa digunakan pada smartphone dan beberapa perangkat lainnya, seperti tablet. Apakah Anda pengguna Android? Pada perangkat Android, biasanya kita menemukan banyak istilah yang berkaitan dengan sistem dan aplikasi di dalamnya. Masih banyak pengguna Android yang belum memahami istilah Android yang sangat banyak tersebut. Anda mungkin sering mendengar istilah root, flashing, ROM, dan lain sebagainya. Tak kenal maka tak sayang, begitu pepatah mengatakan. Oleh karena itu, mari kita mengenal beberapa istilah Android yang sering kita jumpai. Semoga beberapa istilah ini membantu bagi Anda para pengguna Android, terutama yang masih tergolong pengguna baru.  
  • APK 
Anda pasti sering mendengar istilah APK? Ya, APK adalah jenis file ekstensi yang digunakan pada aplikasi di Android. APK merupakan kependekan dari Android Package. File ekstensi ini adalah jenis file yang dibutuhkan seseorang untuk menginstal suatu aplikasi di Android. Pada BlackBerry kita mengenal JAR, pada Windows kita mengenal exe, dan pada iPhone kita mengenal IPA dan lain sebagainya.
  • Boot 
Sama seperti start. Proses di mana kita mulai menghidupkan perangkat Android. Bootloader atau recovery mode adalah adalah mode untuk melakukan restore firmware pada kondisi awal. Recovery mode biasa diakses untuk menghapus data, instalasi, dan lain-lain. Cara masuk ke dalam recovery mode Android adalah dengan menekan tombol home dan power secara bersamaan. Ingat, tentunya dalam kondisi mati. Ada juga istilah Android yang sering kita dengar sebagai Bootloop. 
  • Bootloop
Bootlop adalah kondisi di mana Android melakukan proses booting berulang-ulang dan terjebak sehingga tidak mampu memasuki sistem operasi. Hal ini bisa jadi diakibatkan karena kesalahan sistem atau karena ada aplikasi yang tidak kompetibel.
  • ROM 
Istilah Android ini mengacu pada tempat di mana OS ditampung. ROM atau Read Only Memory adalah internal memori itu sendiri di mana tersedia firmwareI dan aplikasi-aplikasi Android Anda. ROM yang sudah dimodifikasi disebut Custom ROM. Custom ROM ini tentunya bukan ROM resmi yang berasal dari Google.
  • RAM 
RAM merupakan istilah Android yang paling akrab didengar. Random Access Memory memiliki tugas untuk menyimpan data dari aplikasi yang sedang berjalan. Semakin banyak aplikasi yang berjalan, maka semakin berat tugas RAM pada Android Anda. RAM bisa diatur dengan menggunakan beberapa aplikasi peningkat kinerja RAM itu sendiri, seperti memory booster.  
  • Root 
Root atau rooting sering ditanyakan jika kita ingin mendapatkan kinerja lebih optimal dari suatu aplikasi. Istilah Android ini sendiri sebenarnya adalah cara yang dilakukan pengguna Android untuk dapat mengakses sistem operasi Android secara lebih leluasa. Root dilakukan biasanya untuk memodifikasi sistem. Pada beberapa aplikasi menyaratkan perangkat sudah di-root karena aplikasi tersebut harus menyentuh sistem operasi lebih dalam, seperti SD Maid yang merupakan aplikasi pembersih SD card Anda.
  • Kernel 
Kernel adalah bagian yang menangani driver, power management dan lain-lain. Kernel merupakan penghubung antara hardware dan software. Sistem driver pada hardware juga dikelola di sini sehingga bisa berhubungan juga dengan *software*.  
  • Flashing 
Flashing merupakan istilah Android yang diartikan sebagai proses pemasukkan data, seperti penginstalan. Flashing merupakan metode pemasukkan data yang berupa custom ROM, kernel, aplikasi, update dan lainnya.
  • Bug 
Istilah Android yang satu ini juga cukup akrab bagi Anda. Anda mungkin sering memperhatikan rincian saat meng-update suatu aplikasi. Memperbaiki beberapa bug, begitu yang sering ada. Bug sendiri memang berarti kesalahan-kesalahan atau error yang terdapat pada sistem suatu aplikasi. Pada banyak pembaharuan aplikasi, bug menjadi perhatian sendiri yang sering dilakukan perbaikan-perbaikan tiap versi untuk kenyamanan para pengguna Android.  
  • Bricked 
Bricked adalah istilah Android yang Anda gunakan ketika ponsel Android Anda dalam keadaan mati total. Bricked ini bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesalahan pada saat flashing, custom ROM atau memang karena faktor kecerobohan yang menyebabkan perangkat Anda terjatuh atau terhantam benda dengan benturan yang sangat keras. Pada keadaan Bricked, Anda harus segera menghubungi teknisi terkait karena Android Anda tidak bisa Anda gunakan lagi, kecuali dengan mengganti komponen-komponen tertentu.

Disqus Comments